
Penggunaan wood chips Indonesia saat ini mulai banyak dilakukan, terutama oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap alam dan lingkungan. Sebab dengan menggunakan wood chips atau serpihan kayu sebagai bahan bakar, artinya membantu menyelamatkan lingkungan.
Wood palet yang terbuat dari tebangan pohon atau sisa hasil pengolahan industri kayu memang memiliki residu lebih sedikit dibandingkan dengan minyak bumi dan batubara. Selain itu, juga bahan baku pembuatannya termasuk mudah untuk mendapatkannya dan dapat diperbaharui.
Penggunaan Wood Chips Indonesia untuk PLTU
Indonesia sebagai salah satu negara berkembang, saat ini melakukan pembangunan di berbagai sektor. Salah satunya membangun banyak pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan energi di berbagai daerah, terutama daerah tertinggal.
Salah satunya adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU. PLTU mengandalkan pembakaran batubara untuk menghasilkan uap sehingga dapat menggerakkan turbin, kemudian menghasilkan energi.

Jumlah batubara yang semakin berkurang dan sulit diperbaharui, membuat pengelola PLTU mulai mencari alternative bahan bakar. Salah satunya adalah wood chips Indonesia, yang ternyata dapat menjadi subtitusi terbaik menggantikan batubara.
Penggunaan wood chip merupakan langkah implementasi green energy yang mampu menekan emisi karbon dan ketergantungan terhadap batubara. Dengan menggunakan bahan bakar serpihan kayu, PLTU tetap dapat beroperasi dan menghasilkan energi untuk masyarakat luas.
Di sisi lain mampu mengurangi ketergantungan terhadap batubara yang selama ini menjadi bahan bakar utama PLTU. Pembakaran menggunakan bahan bakar wood chips Indonesia diketahui berjalan baik, dengan pemantauan parameter operasi dan emisi.
Sudah ada beberapa PLTU di Indonesia yang mencoba mengganti batubara dengan wood chips, seperti PLTU Karimun yang memulai konversi pada 2024 dan PLTU Bangka pada tahun 2022.
Percobaan penggunaan serpihan kayu tidak langsung 100%, tapi bertahap mulai dari 5% dan angkanya terus naik. Implementasi yang digunakan menggunakan sistem atau teknik co-firing, yaitu teknik subtitusi bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan PLTU.
Dengan menggunakan teknik ini, potensi wood chips menjadi sumber energi terbarukan sangat besar. Terutama dapat memenuhi ketentuan ambang batas penggunaan bahan bakar subtitusi sebesar 23% dari pemerintah.
Penggunaan Wood Chips Indonesia dengan Teknik Co-Firing
Teknik co-firing merupakan bentuk upaya pengelola PLTU untuk mendukung langkah menuju green energy. Co-firing merupakan teknik penggantian penggunaan batubara dengan bahan bakar subtitusi yaitu wood chips.
Penggunaan wood chips sebagai bahan bakar pengganti dilakukan bertahap. Mulai dari 5% kemudian angkanya terus naik hingga mencapai 23% sesuai dengan Program Pemerintah Net Zero Emission (NZE).
NZE atau nol emisi karbon adalah aturan untuk PLTU agar mulai beralih menggunakan sumber energi baru terbarukan biomassa, salah satunya memakai serpihan kayu.
NZE merupakan kondisi di mana jumlah emisi karbon dilepas ke atmosfer tidak melebihi jumlah emisi yang mampu diserap bumi. Untuk meminimalkan emisi karbon, bahan bakar terbarukan Wood chips Indonesia, dinilai sangat cocok.
Akan tetapi, tidak bisa penggantian dilakukan langsung 100%. Oleh sebab itu, teknik co-firing menjadi pilihan sehingga subtitusi batubara menggunakan serpihan kayu dengan rasio tertentu.
Mengenal Keunggulan Wood Chips
Pemilihan wood chips sebagai pengganti bukan tanpa alasan, sebab serpihan kayu yang berasal dari limbah ini memiliki keunggulan, yaitu:
- Biaya yang lebih murah daripada penggunaan batubara, sebab bahan baku pembuatan wood chips berasal dari tebangan pohon atau limbah produksi industri kayu.
- Nilai bahan bakar terkendali baik dari harga maupun jumlahnya. Karena ketersediaan kayu cukup tinggi dan bisa diperbaharui sehingga bahan baku selalu ada. Dengan demikian, harganya dapat dikendalikan.
- Wood chips Indonesia menghasilkan emisi pembakaran lebih rendah. Ketika dilepaskan ke alam bebas, emisi dari hasil pembakaran bisa terserap dengan baik oleh alam.
- Salah satu bentuk efisiensi energi, sebab meskipun berbentuk potongan kecil wood chips mampu digunakan dalam berbagai aplikasi. Tidak hanya sebagai pembangkit listrik juga pemanas ruangan.
Wood chips merupakan produk olahan limbah yang ternyata memiliki banyak manfaat. Terutama bisa menghasilkan uap panas dari pembakarannya sehingga dapat bermanfaat dalam industri pembangkit listrik.
Penggunaan wood chips merupakan langkah nyata menuju green energy yang mampu mengurangi emisi sehingga menjaga lingkungan tetap aman. Selain digunakan di PLTU, juga dapat menjadi pemenuh kebutuhan rumah tangga.
Serpihan kayu dapat dipakai sebagai bahan bakar tunggu boiler untuk memanaskan air sehingga menghasilkan uap atau menghasilkan air panas. Wood chips Indonesia merupakan produk alternative yang bisa dipilih untuk menjadi sumber energi industri dan rumah tangga.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai sekam bakar dan bahan biomassa lainnya, Anda bisa mengaksesnya di website kami https://energibiomassa.com/. Anda juga bisa klik link WhatsApp https://wa.me/6281929391980 untuk terhubung langsung dengan tim kami.