
Terdapat beberapa kandungan cangkang kelapa sawit yang mungkin belum pernah Anda tahu. Bahan ini secara aktif sudah banyak diproduksi di Indonesia, terutama di wilayah yang sering menanam pohon sawit, pasti sudah banyak memakai cangkangnya untuk berbagai kebutuhan.
Banyak juga penelitian yang sudah memberikan hasil bahwa bahan ini sangat baik dijadikan sumber bahan bakar, karena merupakan sumber daya terbarukan. Berbagai penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa bahan ini bisa menjadi pengganti bahan bakar fosil.
Namun mungkin Anda bertanya – tanya bagaimana bisa bagian dari buah kelapa ini memiliki fungsi yang sangat penting. Hal ini karena di dalamnya terdapat beberapa kandungan yang membuatnya mampu menjadi alternatif pengganti bahan bakar fosil dan ramah lingkungan.
5 Kandungan Cangkang Kelapa Sawit
Bagian cangkang kelapa memiliki tekstur sangat keras dan cukup tebal. Mungkin Anda pernah penasaran apa sebenarnya kandungan bagian ini sehingga bisa dijadikan alternatif bahan bakar. Jika Anda belum pernah tahu apa saja kandungannya, pahami penjelasan detail berikut ini.

- Air
Kandungan cangkang kelapa sawit pertama adalah air, dengan jumlah 15 sampai 25%. Jumlah ini tentu bisa dikatakan banyak, karena faktanya kandungan air di dalam tempurung kelapa memiliki persentase cukup tinggi jika dibandingkan komposisi lainnya.
Jika kandungannya mencapai 15 sampai 25%, maka bisa dikatakan cangkangnya cukup lembab. Ada juga tempurung dengan kandungan air hanya sekitar 8 sampai 11% atau disebut dengan tempurung kering.
- Abu
Abu ternyata juga merupakan bagian dari bahan ini. Abu di dalam tempurung biasanya berkisar antara 1 sampai 3%. Kandungannya memang cukup rendah, namun hal ini justru bagus untuk dijadikan pembakaran atau pemupukan.
Jika Anda mencari yang berkualitas, maka pastikan menemukan cangkang sawit dengan komposisi abu paling rendah, yaitu sekitar 1% saja agar saat dipakai untuk pembakaran tidak menimbulkan polusi.
- Karbon aktif
Karbon aktif juga merupakan kandungan cangkang kelapa sawit dengan persentase cukup tinggi, yaitu antara 20 sampai 22%.
Persentase ini menunjukkan bahwa tempurung sawit memiliki sifat sangat ramah lingkungan. Karbon aktif ini juga membuat cangkangnya bisa dijadikan pupuk atau aman untuk pembakaran boiler.

- Uap
Kandungan uapnya juga sangat tinggi bahkan hampir menyamai sumber pembakaran jenis lainnya, yaitu sekitar 70%. Kandungan ini tentu tergolong sangat tinggi jika dibandingkan komponen lainnya.
Dengan kandungan cangkang kelapa sawit berupa uap cukup banyak, wajar saja jika tempurung sawit bisa dijadikan alternatif bahan bakar.
- Kalori
Bahan ini juga mengandung kalori sangat tinggi, sehingga membuatnya semakin memiliki kemiripan dengan sumber daya fosil.
Setelah mengetahui apa saja kandungannya, wajar saja jika bahan ini memiliki manfaat penting sebagai pengganti sumber daya tidak terbarukan. Anda juga bisa memakainya untuk berbagai keperluan, misalnya sebagai sumber pembakaran boiler di pabrik dan masih banyak lagi.
Cara Memakai Cangkang Kelapa Sawit
Jika Anda ingin memakai bahan ini, maka caranya sangat mudah. Anda bisa mencarinya terlebih dulu di tempat sampah atau Perkebunan sawit. Setelah itu olah dulu cangkangnya dengan cara dipotong memakai mesin hingga berbentuk kecil – kecil, lalu pakai untuk sumber pembakaran.
Namun jarang sekali ada orang yang mau mengolah cangkangnya sendiri. Hal ini karena membeli tempurung sawit yang sudah selesai diolah lebih praktis dan murah. Jika Anda tidak ingin mengolahnya sendiri, beli saja langsung di toko terdekat dan terpercaya.
Jika sudah membelinya, Anda hanya perlu memasukkan cangkangnya ke bagian pembakaran. Setelah itu nyalakan api dan biarkan cangkangnya menjadi sumber pembakaran. Dengan berbagai kandungan cangkang kelapa sawit, pembakaran akan berlangsung lama.
Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai Cangkang Sawit, Anda bisa mengaksesnya di website kami https://energibiomassa.com/. Anda juga bisa klik link WhatsApp https://wa.me/6281929391980 untuk terhubung langsung dengan tim kami.