Wood Pellet di Indonesia

Proses pembuatan wood pellet di Indonesia dan di luar negeri tidak jauh berbeda. Proses panjang ini tentu tidak asing bagi kalangan peternak, namun akan sangat baru bagi orang umum atau Anda yang baru pertama kali belajar soal hewan peliharaan.

Sekilas tentang pelet kayu merupakan material pengganti pasir kucing dengan manfaat utama sebagai alas kandang. Material ini secara khusus melalui proses pembuatan detail dari awal sampai akhir untuk menghasilkan fungsi terbaik.

6 Langkah Pembuatan Wood Pellet di Indonesia

Terdapat enam langkah pembuatan wood pellet di Indonesia yang harus Anda ketahui jika ingin menjadi seorang peternak. Keenam proses tersebut tidak bisa ditukar karena semua berjalan secara berurutan dari chipping atau pemotongan sampai cooling atau pendinginan.

Wood Pellet di Indonesia
  1. Chipping atau Pemotongan

Pertama proses pemotongan kayu dalam dua sesi menggunakan alat khusus bernama wood chipper. Pemotongannya juga tidak sembarangan karena ukurannya harus maksimal 25 mm untuk pemotongan pertama.

Sementara pada pemotongan kedua ukuran panjangnya 10 mm dengan ketebalan 3 mm. Sekalipun bisa melakukan pemotongan menggunakan alat manual, seperti kapak, namun hal itu tidak sesuai dengan SOP sehingga khawatirnya kualitas pelet tidak bagus.

  1. Screening atau Penyaringan

Setelah proses pemotongan menggunakan alat khusus, pembuatan wood pellet di Indonesia juga melalui langkah screening. Pada tahapan ini ada pemisahan material kayu yang memang fungsional dengan material lainnya yang tidak memiliki fungsi.

Misalkan sisa serpihan kayu berukuran kecil, kerikil kecil, serta pasir yang tidak berkepentingan akan otomatis tersaring. Proses ini menjamin produk hanya memberikan kualitas terbaik dan mendukung penggunaannya secara tepat.

  1. Drying atau Pengeringan

Proses pemotongan akhir akan membuat kayunya berukuran sangat kecil sampai berbentuk serupa serpihan. Produk baru siap pakai jika dalam kondisi kering agar kandang atau saat pemanfaatannya untuk bahan bakar tidak lembab.

Langkah pengeringan harus menggunakan teori khusus agar lama waktu dan kekeringan pada materialnya merata. Jika ada sebagian serpihan kecil dari proses pembuatan wood pellet di Indonesia belum kering sempurna maka akan mempengaruhi kualitas keseluruhan material.

  1. Milling atau Penghancuran

Milling merupakan proses penghancuran kembali sampai material yang sudah hasil penjemuran tadi menyerupai kayu giling. Langkah ini merupakan penyempurnaan yang lebih dekat agar produknya siap guna, baik untuk kandang maupun bahan bakar.

Pemotongan secara bertahap menjamin setiap benda terpotong dengan baik serta lebih merata. Kurang lebih proses milling ini menghasilkan kayu hasil potong menggunakan alat gergaji otomatis.

  1. Compressing atau Penggilingan

Belum selesai sampai proses penggilingan hingga kayunya menyerupai hasil gergaji, Anda masih harus memproses kembali sampai membentuk pelet berukuran lebih kecil. Langkah kelima ini juga membutuhkan alat khusus untuk menyempurnakan pembuatan wood pellet di Indonesia.

Suhu tinggi pada mesin menyebabkan polimer alami serta lignin pada kayunya menjadi lem atau perekat alami. Ini yang akhirnya membuat material lebih mudah menempel dan bekerja secara maksimal sebagai alas kandang hewan.

  1. Cooling atau Pendinginan

Terakhir, langkah pendinginan dari seluruh proses yang sudah berjalan sebelumnya. Suhu pendinginan yang harus Anda atur sekitar 40 sampai 90 derajat, dimana selesai langkah pendinginan maka produknya siap kemas dan siap mengisi pasar lokal maupun mancanegara.Setelah semua proses Anda lalui dengan benar maka pelet kayu dapat mengisi pasar kebutuhan para peternak. Langkah pembuatan wood pellet di Indonesia dengan di luar negeri pada dasarnya sama saja karena fungsi yang dihasilkannya juga tidak berbeda.

Jika Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai wood pellet dan bahan biomassa, Anda bisa mengaksesnya di website kami https://energibiomassa.com/. Anda juga bisa klik link WhatsApp https://wa.me/6281929391980 untuk terhubung langsung dengan tim kami.